UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM ANTI AGING DARI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica L Urban)

Purgiyanti Purgiyanti

Abstract


Pegagan merupakan salah satu tanaman dalam bentuk herba yang sudah banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenol. Kegunaan senyawa fenol ini salah satunya adalah sebagai antioksidan,yaitu senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Antioksidan dapat berpengaruh terhadap metabolisme dalam tubuh salah satunya adalah sebagai pencegah penuaan pada kulit.Tujuan dari penelitian ini adalah membuat serum anti aging yang akan diuji sifat fisik dan aktivitas antioksidannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, metode pengumpulan data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif dari eksperimen laboratorium. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut Etanol 96% dan uji aktivitas antioksidan menggunakan peredaman DPPH dengan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Dari hasil sediaan yang dibuat,dilakukan uji fisik terhadap organoleptis, homogenitas, pH, uji daya lekat dan dilakukan juga uji kesukaan dan iritasi. Hasil uji fisik yang diperoleh bahwa sediaan serum memenuhi persyaratan sementara untuk uji daya antioksidan diperoleh hasil IC50 sebesar 191,19 ppm sehingga serum yang dihasilkan mempunyai daya antioksidan yang lemah.


Keywords


ekstrak pegagan,serum,anti aging,antioksidan

Full Text:

References


Ulvi Aulia.2016.Uji Aktifitas Antioksidan Dan Penentuan Kadar Fenol Total Ekstrak Maserasi Pegagan (Centella asiatica).Karya Tulis Ilmiah.Politeknik Harapan Bersama Tegal

(2) Artanti, Nina dkk. 2014. Pengaruh Lokasi Dan Pelarut Pengekstraksi Terhadap Kandungan Fitokimia Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pegagan (Centella asiatica L. Urb). JKTI, Vol 16, No 2, 88-92

(3) Winarsi, Hery., dkk. 2017. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas: Potensi dan Aplikasinya Dalam Kesehatan. Yogyakarta: Kanisius: 11, 13-15, 20-21, 79-81, 137

(4) Putri,Riona Desy.2017.Formulasi dan Evaluasi Antioksidan Serum Green Tea (Camellia sinensis L) Sebagai Anti Aging Dalam Sediaan Spray Gel Dengan Metode DPPH.Universitas Islam Indonesia

(6) Hanani, E., A. M. Abdul., dan S. Ryany. 2015. Identifikasi Senyawa Antioksidan Dalam Spons Callyspongia SP Dari Kepulauan Seribu. Majalah Ilmu Kefarmasian II

(7) Harbone, J.B. 2012. Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Penerjemah: Padmawinata, K. Terbitan kedua. Bandung: ITB

(8) Yudistira A, dkk. 2013. Isolasi dan Identifikasi Flavonoid Dalam Daun Lamun (Syringodium isoefolium). Jurnal. FMIPA UNSRAT: Manado

(9) Chairunnisa, dkk,2019,Pengaruh Suhu dan Waktu Maserasi Terhadap Karakteristik Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana L) Sebagai Sumber Saponin, Jurnal Rekayasa dan Managemen Agroindustri,Vol 7 No.4 : 551-560

(10) Puspa Dewi N,dkk,2015,Standarisasi Ekstrak Pegagan Sebagai Obat Herbal Terstandart Hepatoprotektor,JKTI Vol.17 No.2 : 185-193

(11) Putrawan Bahriul dkk,2014,Uji Aktivitas Antioksidan Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dengan Menggunakan 1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil, Jurnal Akademia Kimia 3 (3) : 143-149




DOI: https://doi.org/10.30591/pjif.v11i3.3776

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

===============================================================

Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi

Program Studi D-3 Farmasi
Politeknik Harapan Bersama Tegal
Jl. Mataram No.09 Pesurungan Lor Kota Tegal

Telp. +62283 - 352000

Email :parapemikir@poltektegal.ac.id

 

Copyright: Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi p-ISSN:2089-5313 e-ISSN:2549-5062

 

===============================================================

 

Parapemikir Indexed By : 

 

 

Flag Counter

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats