PENGARUH SUHU TERHADAP DAYA SIMPAN BISKUIT COKLAT FERMENTASI BEKATUL

Dewi Rachmawati, Aldi Budi Riyanta, Joko Santoso

Abstract


Produksi padi di Indonesia adalah sekitar 47 juta ton per tahun akan menghasilkan bekatul sekitar 2,5 juta ton. Kandungan nutrisi yang terdapat di bekatul yang berkualitas baik antara lain protein, pati, lemak, dan serat kasar berpotensi dijadikan pangan olahan. Nutrisi didalam bekatul perlu dilakukan peningkatan dengan fermentasi untuk kemudian diolah menjadi biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh suhu terhadap daya simpan biskuit fermentasi coklat bekatul. Metode penelitian daya simpan pada biskuit coklat bekatul menggunakan tiga suhu yang berbeda yaitu pada suhu dingin (-5oC-5oC), suhu ruang (25-35oC) dan suhu hangat (40-50oC) dan  diamati berdasarkan sifat organoleptiknya selama 90 hari. Daya simpan biscuit F20, F21, F22 dan F23 pada suhu dingin dan ruang bertahan hingga 90 hari dengan tidak ditemukannya jamur yang tumbuh pada biskuit selama pengujian berlangsung. Sedangkan daya simpan biskuit pada suhu hangat hanya bertahan selama 42 hari dengan ditemukannya jamur yang tumbuh pada biskuit. Analisa sifat fisik biskuit yaitu kadar abu dan kadar air menggunakan metode gravimetri. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa daya simpan biskuit pada penyimpanan suhu dingin dan ruang berpengaruh lebih lama dibandingkan pada suhu hangat.

Keywords


Bekatul, Biskuit, Suhu, Daya simpan

Full Text:

References


Aditya. 2015. Umbi-umbian Bisa Jadi Alternatif Tepung Gandum. http://agro.kemenperin.go.id/2382-Umbi-umbian-Bisa-Jadi-Alternatif-Tepung-Gandum Diakses tanggal 24 Oktober 2016.

Suprijana, Ace T., Hidayat, Soedjanaatmadja. 2002. Bekatul Padi Sebagai Sumber Produksi Minyak Dan Isolat Protein. Jurnal Bionatura Vol 4 No 2 : Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran.

Prambudi, E. 2007. Animal nutrition. Indonesia Dalam Supartini, Nonok dan Fitasari, Eka. 2011. Penggunaan Bekatul Fermentasi “Aspergillus Niger” dalam Pakan Terhadap Karakteristik Organ Dalam Ayam Pedaging. Buana Sains Vol 11 No 2 : Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

Sarbini, Dwi., Rahmawaty, Setyaningrum., dan Kurnia, Pramudya. 2009. Uji Fisik, Organoleptik, Dan Kandungan Zat Gizi Biskuit Tempe-Bekatul Dengan Fortifikasi Fe Dan Zn Untuk Anak Kurang Gizi. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi, Vol. 10, No. 1 : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Supardi I dan Sukamto. 1999. Mikrobiologi dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan.

Kuswanto, R. K., Sudarmadji, Slamet. 1989. Mikrobiologi Pangan. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Astawan, Made, Dr, Prof. 2009. Bekatul Gizinya Kaya Betul. Kompas. 14 November 2009.

Kasmidjo, R.B. 1990. Tempe : Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan serta Pemanfaatannya. PAU Pangan dan Gizi. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Winarno F.G. 1983. Buku Seri Teknologi Pangan. Bogor : Direktorat Pengembangan Pangan Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat Institute Pertanian Bogor.

Departemen Perindustrian. 1990. Standar Industri Indonesia (SII) Standar Mutu Biskuit (SII : 0177-90).

]Manley, D. 1998. Technology of Biscuits Crakers and Cookies. Woodhead Puclishing Limite. Cambridge.

Matz, S.A., T.D. Matz. 1978. Cookie and Craker Technology. Avi Publishing Company. Connecticut.

Rahayu, W.P., Budijanto, H., Nababan, S. et al. 2003. Pengemasan, Penyimpanan, dan Pelabelan. Jakarta : Badan pengawas Obat dan Makanan.

Khomsan A. 2004. Pangan dan Gizi. Yogyakarta.

Lidiasari E, Syafutri MI, Syaiful F. 2006. Pengaruh Perbedaan Suhu Pengeringan Tepung Tapai Ubi Kayu terhadap Mutu Fisik dan Kimia yang Dihasilkan. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. Inderalaya.

Steinkraus, KH. 1995. Handbook of indigenous fermented food, Second Edition Revised and Expanted, Marcel dekker Dalam Nurhikmat, Asep. 2008. Pengaruh suhu dan kecepatan udara terhadap nilai konstanta pengeringan tempe kedelai. Thesis. UGM. Yogykarta.

Mursyidi, Achmad dan Rohman, Abdul. 2008. Pengantar Kimia Farmasi Analisis Volumetri dan Gravimetri. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Syarief, R., Joko H., Purwiyanto H., dkk.1999. Wacana tempe Indonesia. Surabaya : Universitas Katolik Widya Mandala.

Puspita, et al. 1991. Teknik Penelitian Mineral Pangan. Bogor : IPB-press.

Ferlina. F. 2009. Tempe. http://www.adln.lib.unair.ac.id/go.php Diakses pada tanggal 22 Maret 2017




DOI: https://doi.org/10.30591/pjif.v12i2.5145

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

===============================================================

Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi

Program Studi D-3 Farmasi
Politeknik Harapan Bersama Tegal
Jl. Mataram No.09 Pesurungan Lor Kota Tegal

Telp. +62283 - 352000

Email :[email protected]

 

Copyright: Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi p-ISSN:2089-5313 e-ISSN:2549-5062

 

===============================================================

 

Parapemikir Indexed By : 

 

 

Flag Counter

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats