Novriyanti Lubis Fakultas MIPA, Program Studi Farmasi, Universitas Garut Indonesia
Kimia Farmasi Analisis
DAYA SERAP ARANG AKTIF BAMBU DAN BATOK KELAPA SEBAGAI PEWARNA MAKANAN YANG DIJUAL DI PASARAN
Novriyanti Lubis
Abstract
Penggunaan arang aktif bambu dan batok kelapa sebagai pewarna makanan yang dijual di pasaran yang juga sebagai pewarna makanan alternatif semakin menjadi trend, maka perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui daya serap arang aktif bambu dan batok kelapa sebagai pewarna makanan yang dijual di pasaran sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Pengambilan sampel arang aktif dilakukan dengan purposive sampling. Perlakuan awal sampel adalah masing-masing sampel ditimbang 1 gram untuk selanjutnya dianalisis daya serapnya terhadap iodium dengan metode titrasi iodometri. Parameter yang diamatai pada titrasi ini adalah hilangnya warna biru pada larutan sampel. Data perhitungan hasil analisis menunjukan bahwa kemampuan daya serap masing-masing sampel memiliki nilai daya serap 290 mg/gram, 500 mg/gram, 490 mg/gram, 540 mg/gram, 80 mg/gram, dan 48 mg/gram yang berarti seluruhnya tidak memenuhi standar SNI 06-3730-1995 dengan daya serap terhadap iodium minimal 750 mg/gram atau dengan kata lain kualitas semua sampel belum cukup baik
Keywords
arang aktif bambu, arang aktif batok kelapa, daya serap, pewarna makanan, purposive sampling, titrasi iodometri
Full Text:
References
Pustaka
Rosyidi D. Macam-Macam Makanan Tradisional Yang Terbuat Dari Hasil Ternak Yang Beredar Di Kota Malang. J Ilmu dan Teknol Has Ternak. 2006;
Dewanto G. Analisis Kuantitatif Pewarna Eritrosin Pada Susu Kedelai Yang Dijual di Cibuntu dengan Metode Spektrofotometri Sinar Tampak [Internet]. Vol. 1, SPeSIA. 2015. p. 487–92. Available from: http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/farmasi/article/download/2057.
Winarno F. Kimia Pangan dan Gizi. 6th ed. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 1992. 62–184 p.
(X)S.M.L. 5 Makanan dari Arang Ini Banyak Digemari Millennial [Internet]. 2016. Available from: xsmlfashion.com/tab/1039/5-makanan-dari-arang-ini-banyak-digemari-millennial.
Lempang M. Pembuatan dan Kegunaan Arang Aktif. Vol. 11, Info Teknis EBONI. 2014. p. 65–80.
Hutapea E, Iwantono, Farma R. Pembuatan dan karakterisasi karbon aktif dari bambu betung (Dendrocalamus asper) dengan aktivasi KOH berbantuan gelombang mikro [Internet]. Vol. 14. 2017. Available from: http://www.ejournal.unri.ac.id./index.php/
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Indonesia : Arang Aktif dan Arang Jerap. 5th ed. Jakarta; 2014. 137 p.
Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. 1st ed. Jakarta: Rineka Cipta; 2012. 121 p.
Sudradjat R, Gustan P. Arang aktif teknologi pengolahan dan masa depannya. Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. 2011. p. 30–49.
Saksono N. Analisis Iodat dalam bumbu Dapur dengan Metode idodometri dan X-ray Fluorescence [Internet]. Makara Teknologi. 2002. p. 89–94. Available from: https://media.neliti.com/publications