HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA SWAMEDIKASI NYERI DI DESA PANDANREJO MALANG

nanang ardianto, Fika Maharani, Aldesra Fitri, Hana Fieky Cintikashalma Verlyndika

Abstract


Terjadinya kesalahan pengobatan dalam swamedikasi akibat keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait obat dan penggunaannya. Pengetahuan yang kurang didasari seperti, faktor tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Sebagian masyarakat mengkonsumsi analgesik tidak tepat indikasi, memakai analgesik guna menghilangkan kelelahan, stres, keadaan kurang nyaman, memodifikasi interval dosis sesuuai rekomendasi, dan mengkonsumsi dua atau lebih analgesik yang berbeda. Jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode korelatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisoner yang melibatkan 100 responden di Desa Pandanrejo Kabupaten Malang. Analisisa data menggunakan korelasi Rank Spearman.Karakteristik responden yang digunakan yaitu usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan pekerjaan. Berdasarkan usia menunjukkan presentase kelompok terbesar adalah kelompok usia 28-37 tahun (42%). Berdasarkan tingkat pendidikan hampir sebagian besar mempunyai pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 53%. Berdasarkan jenis kelamin perempuan memiliki presentase yang lebih besar yaitu (63%). Berdasarkan usia menunjukkan presentase kelompok terbesar adalah kelompok usia 28-37 tahun (42%). Berdasarkan pekerjaan sebagian besar memiliki pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 48%.Hasil uji korelasi antara tingkat pengetahuan terhadap ketepatan penggunaan obat analgesik didapatkan nilai r hitung 0,695 dengan nilai signifikasi (p value) 0,000. Hal ini menyimpulkan nilai r hitung 0,000 berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat analgesik.


Keywords


Pengetahuan, Ketepatan, Swamedikasi, Nyeri, Analgesik

Full Text:

References


WHO, “Self-care interventions for health,” Self-care interventions for health, 2022. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/self-care-health-interventions (accessed Apr. 14, 2023).

A. Firdanthi et al., “Pengetahuan dan Pemanfaatan Telefarmasi dalam Memenuhi Kebutuhan Obat secara Swamedikasi pada Kelompok Usia Produktif selama Pandemi COVID-19,” vol. 10, no. 1, pp. 48–53, 2019.

Departemen Kesehatan RI, “Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas,” Pedoman Pengguna. Obat Bebas dan Bebas Terbatas, pp. 9–36, 2007.

P. N. Pratiwi, L. Pristianty, G. Noorrizka, and A. Impian, “Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid Oral Pada Etnis Thionghoa di Surabaya,” J. Farm. Komunitas, vol. 1, no. 2, pp. 36–40, 2014.

H. Khuluq, “Gambaran Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Analgesik Pada Masyarakat Desa Tanjungsari, Petanahan, Kabupaten Kebumen,” J. Ilm. Kesehat. Keperawatan, vol. 15, no. 2, p. 50, 2020, doi: 10.26753/jikk.v15i2.366.

A. Reichenbach et al., “Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Penggunaan Obat Analgesik Pada Santri Tingkat Pesantren Sunan Bonang Pasuruan,” Prog. Retin. Eye Res., vol. 561, no. 3, pp. S2–S3, 2019.

M. Wójta-Kempa and D. M. Krzyzanowski, “Correlates of abusing and misusing over-the-counter pain relievers among adult population of Wrocław (Poland),” Adv. Clin. Exp. Med., vol. 25, no. 2, pp. 349–360, 2016, doi: 10.17219/acem/58887.

W. P. Loka, W. A. Sumadja, and Resmi, “Analisis Ketepatan Swamedikasi Pada Penyakit Nyeri Sendi Di Apotek Slorok Sehat Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang,” J. Chem. Inf. Model., Vol. 21, No. 2, Pp. 1689–1699, 2017, [Online]. Available: https://www.oecd.org/dac/accountable-effective-institutions/Governance Notebook 2.6 Smoke.pdf

Soegiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 2011.

C. Panero and L. Persico, “Attitudes Toward and Use of Over-The-Counter Medications among Teenagers: Evidence from an Italian Study,” Int. J. Mark. Stud., vol. 8, no. 3, p. 65, 2016, doi: 10.5539/ijms.v8n3p65.

D. Syari, M. Shoaliha, And D. D. Elsafitri, “Gambaran Pengetahuan Swamedikasi Analgetik Pada Masyarakat Di Desa Karangsatria Tahun 2022,” Vol. 2, No. 2, Pp. 46–51, 2023.

S. Purwanti, Iin; Estiningsih, Daru; Wulandari, Ari Susiana; Indrayana, “Kajian Peresapan Obat Antibiotika pada Pasien Dewasa Rawat Jalan di Klinik Kimia Farma Adi Sucipto Yogyakarta Iin Purwanti 1 , Daru Estiningsih 2* , Ari Susiana Wulandari 3 , Sofyan Indrayana 4,” vol. 4, no. 1, pp. 44–53, 2020, doi: 10.21927/inpharnmed.v.

Zulfa & Fadlillah Noor, “Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Swamedikasi Pada Masyarakat Di Kelurahan Baciro dan Kelurahan Terban Yogyakarta,” Univ. Islam Indones. Yogyakarta, p. 17, 2021.

В. Микрюков, “Hubungan tingkat pengetahuan dengan ketepatan penggunaan obat analgetik pada swamedikasi nyeri di masyarakat kabupaten demak,” Независимое Военное Обозрение, no. 16.1.2015, 2015.




DOI: https://doi.org/10.30591/pjif.v12i3.5845

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

===============================================================

Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi

Program Studi D-3 Farmasi
Politeknik Harapan Bersama Tegal
Jl. Mataram No.09 Pesurungan Lor Kota Tegal

Telp. +62283 - 352000

Email :parapemikir@poltektegal.ac.id

 

Copyright: Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi p-ISSN:2089-5313 e-ISSN:2549-5062

 

===============================================================

 

Parapemikir Indexed By : 

 

 

Flag Counter

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats