EVALUASI PERESEPAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL PASIEN PROLANIS BERDASARKAN INDIKATOR WHO di PUSKESMAS KALADAWA
Abstract
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah yang melebihi batas normal karena adanya kelainan sekeresi insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi peresepan obat antidiabetik oral berdasarkan indikator WHO pada pasien prolanis rawat jalan di Puskesmas Kaladawa tahun 2021. Metode penelitian ini berdasarkan dekskriptif non analitik. Populasi yang digunakan yaitu data sekunder berupa resep dan rekam medis pasien prolanis hipertensi, diabetes mellitus dan komplikasi hipertensi dan diabetes mellitus pada periode tahun 2021. Pengambilan sampel menggunakan proporsive sampling yang ditentukan berdasarkan rumus estimasi proporsi mutlak sebanyak 56 resep. Hasil yang diperoleh bahwa evaluasi pola peresepan berdasarkan indikator WHO rata-rata item obat per lembar resep yaitu 3,5 obat, persentase peresepan obat yang diresepkan berdasarkan obat generik 96,98%, dan persentase peresepan obat yang diresepkan sesuai dengan Fornas sebanyak 98,49%. Berdasarkan hasil evaluasi pola peresepan indikator peresepan (WHO) pada persentase peresepan obat yang sesuai dengan Fornas belum sesuai dengan nilai estimasi WHO.
Keywords
References
S. Webber, 2021, International Diabetes Federation, 102(2).
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,“Laporan_Nasional_RKD, 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. p. 674. [Online]. Available: http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf.
Perkeni, 2015). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2015. In PB. Perkeni.
S. M. Khayyat et al., 2019, “Association between medication adherence and quality of life of patients with diabetes and hypertension attending primary care clinics: a crosssectional survey,” Qual. Life Res.:28(4), pp. 1053–1061, doi: 10.1007/s11136-018-2060-8.
Cipolle R.J., & Strand L.M., & M. P. C., 2012, Pharmaceutical Care Practice: The Patient-Centered Approach to Medication Management Services, 3e. McGraw Hill.
Sari, K., 2011, Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Ditinjau dari Indikator Peresepan Menurut World Health Organization (WHO) di Seluruh Puskesmas Kota Kendari Tahun 2016. Univerity Of Indonesia.
World Health Organization, 1993, How To Investigate Drug Use In Health Facilities (p. 92).
Kementerian Kesehatan RI., “Infodatin tetap produktif, cegah, dan atasi Diabetes Melitus 2020,” Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. pp. 1–10, 2020.
Isnaini, N., & Ratnasari, R., 2018, Faktor Risiko Mempengaruhi Kejadian Diabetes Mellitus Tipe Dua. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan Aisyiyah.
Depkes, “Pedoman Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik.” Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, p. 82, 2008, [Online]. Available: file:///D:/ebook/dsa664.pdf.
S. A. dkk Soelistijo, Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia 2021. Jakarta: PB. Perkeni,
World Health Organization, 2002, Promoting rational use of medicines: core components. WHO Policy Perspectives on Medicines, 1–6.
E. N. K. Perdana, R. Himayani, E. C. B, and M. Yusran, 2018, “Hubungan Durasi Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 dan Kadar HbA1C dengan Derajat Retinopati Diabetik pada Pasien yang Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung,” J. Major, 7(2): 95–100.[Online]. Available: http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.ph p/majority/article/view/1857.
Wijayanti, R, Meila, O, & Septiyani, A., 2017, Evaluasi Penggunaan Obat Dengan Indikator Prescribing Pada Puskesmas Jakarta Utara Periode Tahun 2016. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal, 2(1), 23–28.
Hendrawan, M. V. P., 2020, Gambaran Pola Peresepan Obat Berdasarkan Indikator Peresepan World Health Organization (WHO) Di Puskesmas Mekar Baru TanjungPinang. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 4, Issue 1).
Kementrian Kesehatan RI. (2017). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK 01.07/Menkes/659/2017 Tentang Formularium Nasional. In Kementrian kesehatan RI (pp. 6–18).
DOI: https://doi.org/10.30591/pjif.v13i3.6655
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
===============================================================
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Program Studi D-3 Farmasi
Politeknik Harapan Bersama Tegal
Jl. Mataram No.09 Pesurungan Lor Kota Tegal
Telp. +62283 - 352000
Email :[email protected]
Copyright: Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi p-ISSN:2089-5313 e-ISSN:2549-5062
===============================================================
Parapemikir Indexed By :
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | |

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










