PENGELOLAAN OBAT TIDAK TERPAKAI DAN KADALUARSA PADA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN MAGETAN, JAWA TIMUR
Abstract
Obat merupakan komponen penting dari pelayanan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Pengelolaan obat yang tidak tepat dapat mempengaruhi stabilitas obat dan mengakibatkan obat tidak bisa digunakan. Obat tersebut dapat berpotensi menjadi limbah dan dapat merugikan orang lain serta lingkungan sekitar. Laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan diikuti dengan peningkatan penggunaan obat obatan. Hal tersebut dapat berpotensi meningkatkan jumlah limbah obat. Sisa obat yang tidak terpakai dan kadaluarsa akan menjadi limbah obat. Limbah tersebut masuk dalam kategori bahan beracun dan berbahaya (B3) yang dapat membahayakan lingkungan. Permasalahan mengenai limbah ini terjadi karena pembuangan obat yang tidak tepat pada skala rumah tangga. Hal tersebut dapat memicu terjadinya daur ulang illegal kemasan atau produk obat kadaluarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan obat yang tidak terpakai dan kadalurasa pada lingkup rumah tangga. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif. Data penelitian didapatkan melalui wawancara. Instrumen pada penelitian ini adalah kuisioner. Kuesioner tersebut diberikan kepada responden rumah tangga yang diwakili oleh ibu ibu PKK di Kabupaten Magetan. Responden yang dipilih dengan metode cluster random sampling. Data penelitian yang didapatkan adalah (1) jumlah dan jenis obat berdasarkan bentuk sediaan yang tidak digunakan dalam skala rumah tangga (2) alasan obat tidak digunakan, (3) metode penyimpanan dan (4) metode pembuangan obat yang tidak digunakan tersebut.
Penelitian ini menunjukkan data bahwa 93% rumah tangga menyimpan obat di rumah. Obat tersebut berasal dari fasilitas kesehatan (rumah sakit, klinik, dan puskesmas) (42%) dan apotek (39%). Obat tidak terpakai tersebut diantaranya obat golongan analgesik-antipiretik (20,8%) dan obat batuk dan flu (16,6%). Sebanyak 72% responden telah mampu menyimpan obat dengan benar. Obat yang tidak digunakan tersebut dibuang ke tempat sampah tanpa perlakuan khusus dan sebagian dibuang langsung ke saluran air oleh 94 % responden di Kabupaten Magetan. Tindakan tersebut beresiko terjadinya pencemaran lingkungan dan dampak buruk terhadap segi kesehatan serta perekonomian.
Medicines are an important component of health services which are a community need. Mishandling a drug can cause the drug to become unusable and potentially harm people and the environment. Medicine waste is predicted to increase along with the increase in population growth rate followed by increasing consumption of medicines in the community. Medicine waste includes unused and expired medicines. Leftover medicines that are no longer used by the public will become household B3 waste which endangers the environment. On a household scale, improper disposal of medicines can cause serious problems and give rise to the potential for illegal recycling of expired medicine packaging or products. The aim of the research is to determine the management of unused and expired medicines on a household scale. The method used in this research is quantitative analysis research methods. Data was obtained through interview techniques using an instrument in the form of a questionnaire to household respondents in Magetan Regency who were selected through cluster random sampling. The data collected are (1) the number and type of medicines based on dosage forms that are not used on a household scale (2) the reasons why the medicines are not used, (3) how to store them and (4) how to dispose of the unused medicines.
The results showed that 93% of households had medicine at home obtained from health facilities (hospitals, clinics and health centers) (42%) and pharmacies (39%). These drugs are dominated by analgesics-antipyretics (20.8%) and cough and flu drugs (16.6%). As many as 72% of respondents were able to store medicine correctly. Almost all respondents in Magetan Regency (94%) throw away medicines that are no longer used in the trash without proper procedures and throw the rest into waterways. This can pose a risk of environmental pollution and other negative environmental, economic and health impacts
Keywords
References
(1) Ikatan Apoteker Indonesia. 2014. Pedoman Pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat. Jakarta : PP IAI
(2) Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar; 2018. http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pd
(3) Rasdianah N & Uno WZ. Edukasi penyimpanan dan pembuangan obat rusak/ expire date dalam Keluarga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi. 2022.1(1)
(4) Anis P dan Asti Y. (2021). Pengelolaan Obat yang Tidak Terpakai Dalam Skala Rumah Tangga di Kota Bandung. Majalah Farmaseutik. Vol 17 (2): 238-244
(5) Savira M, Ramadhani FA, Nadhirah U,. Praktik Penyimpanan Dan Pembuangan Obat Dalam Keluarga. J Farm Komunitas. 2020;7(2):38. doi:10.20473/jfk.v7i2.21804
(6) Kemenkes RI. (2017) Cara Cerdas Gunakan Obat: Buku Panduan Agent of Change (AoC) GeMa CerMat. Jakarta
(7) Jannah F dan Winda T. (2023). Pengetahuan Masyarakat dalam Penyimpanan dan Pembuangan Obat Sisa, Obat Rusak dan Obat Kedaluwarsa. Medula. Vol 13(2); 78-82.
(8) Iswanto, I., Sudarmadji, Wahyuni, E. T. & Sutomo, A.H. (2016). Timbulan Sampah B3 Rumah Tangga Dan Potensi Dampak Kesehatan Lingkungan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta (Generation of Household Hazardous Solid Waste and Potential Impacts on Environmental Health in Sleman Regency, Yogyakarta). Jurnal Manusia dan Lingkungan; 23; 179.
(9) Vidya K. 2023. Pembuangan Obat di Rumah pada Masyarakat di Kabupaten Magetan. Pharmsci. Vol 9 No 1 Januari 2024
(10) Badan POM.(2015). Materi Edukasi Tentang Peduli Obat dan Pangan Aman. Jakarta:Badan POM.
(11) Kemenkes RI, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Pedoman Pengelolaan Obat Rusak Dan Kedaluwarsa Di Fasyankes Dan Rumah Tangga.; 2021. https://farmalkes.kemkes.go.id/2021/09/ pedoman-pengelolaan-obat-rusak-dankedaluwarsa-di-fasyankes-dan-rumahtangga/
(12) Hananditia Rachma Pramestutie, Ratna Kurnia lllahi, Ayuk Lawuningtyas Hariadini, Tamara Gusti Ebtavanny, Tia Eka Aprilia.(2021). Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat dalam Mengelola Obat Sisa, Obat Rusak dan Obat Kedaluarsa. JMPF. Vol 11(1); 25- 38.
(13) Notoatmodjo, S. (2014) Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
(14) Akici, A., Aydin, V., Kiroglu, A., 2018. Assessment of the association between drug disposal practices and drug use and storage behaviors. Saudi Pharm. J. 26, 7–13.
(15) Insani, W. N., Qonita, N. A., Jannah, S. S., Nuraliyah, N. M., Supadmi, W., Gatera, V. A., Alfian, S. D., & Abdulah, R. (2020). Improper disposal practice of unused and expired pharmaceutical products in Indonesian households. Heliyon, 6(7), 6–10
(16) Makki, M., Hassali, M. A., Awaisu, A., & Hashmi, F. (2019). The Prevalence of Unused Medications in Homes. Pharmacy, 7(2), 61. https://doi.org/10.3390/pharmacy7020061
(17) Kristina, S. A., Wiedyaningsih, C., Cahyadi, A., & Ridwan, B. A. (2018). A survey on medicine disposal practice among households in Yogyakarta. Asian Journal of Pharmaceutics, 12(3), S955–S958.
(18) Prasmawari, Santi, Andi Hermansyah, and Abdul Rahem. 2021. “Identifikasi Pengetahuan, Sikap, Tindakan Masyarakat Dalam Memusnahkan Obat Kedaluwarsa Dan Tidak Terpakai Di Rumah Tangga.” Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia 7(1si):31. doi: 10.20473/jfiki.v7i1SI2020.31-38.
DOI: https://doi.org/10.30591/pjif.v14i1.8081
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
===============================================================
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Program Studi D-3 Farmasi
Politeknik Harapan Bersama Tegal
Jl. Mataram No.09 Pesurungan Lor Kota Tegal
Telp. +62283 - 352000
Email :parapemikir@poltektegal.ac.id
Copyright: Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi p-ISSN:2089-5313 e-ISSN:2549-5062
===============================================================
Parapemikir Indexed By :
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | |

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










