HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DAN DUKUNGAN BIDAN DENGAN PENERAPAN INISIASI MENYUSU DINI RSUD KARDINAH

Desy Fitrianingsih Iroma Maulida

Abstract


Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari puting  susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Berdasarkan data di Departemen kesehatan, dalam tahun 2006 tercatat 149 Rumah Sakit (RS) di Indonesia yang melaksanakan Program Rumah Sakit Sayang Ibu (RSSIB). Program ini mencangkup pelayanan asuhan antenatal (pra melahirkan), pertolongan persalinan sesuai standar, pelayanan nifas, rawat gabung ibu dan bayi, pemberian ASI eksklusif, pelayanan KB dan imunisasi. Sampai bulan juli 2007 hanya 19 Rumah Sakit yang melaksanakan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Depkes juga telah mengirim surat edaran agar seluruh RS melakukan program Inisiasi Menyusu Dini (Berita Indonesia, 2007). Penelitian ini bertujuan hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian asi eksklusif pada bayidi desa pesantunan kecamatan wanasari kabupaten brebes tahun 2012.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu bersalin tentang IMD dengan kategori cukup (35,8%), Frekuensi dukungan Bidan dalam penerapan IMD, ada 30 Bidan (44,8%) yang tidak mendukung dalam penerapan IMD dan ada 28 Bidan (41,8%) yang mendukung dalam penerapan IMD. Frekuensi penerapan IMD, ada 39 orang (58,2%) yang tidak berhasil saat dilakukan IMD, dan 28 orang (41,8%) yang berhasil melakukan IMD

Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, IMD, Bidan

Full Text:



DOI: https://doi.org/10.30591/siklus.v2i1.35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Counter:

 

 

====================================================================

Indexed By:



Flag Counter

 

StatCounterView