Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Edukasi dan Pelatihan Penanganan Luka untuk Pencegahan Leptospirosis
Abstract
Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang menular melalui kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira. Petani merupakan kelompok dengan risiko tinggi terpapar penyakit ini.. Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, tercatat memiliki kasus leptospirosis tertinggi di wilayah Puskesmas Cilongok 1, sehingga edukasi kesehatan dan pelatihan penanganan luka menjadi strategi pencegahan yang penting. Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) dilaksanakan pada 30 petani perwakilan kelompok tani dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi praktik penanganan luka. Penilaian dilakukan menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur pengetahuan peserta tentang leptospirosis dan penanganan luka. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rata-rata skor pre-test dan post-test pada topik leptospirosis berturut-turut adalah 9,32 dan 9,41 (p=0,666), sementara pada topik penanganan luka masing-masing sebesar 8,32 dan 8,41 (p=0,833), sehingga tidak terdapat peningkatan signifikan. Temuan ini menandakan bahwa pengetahuan awal peserta sudah relatif tinggi. Tingginya jumlah kasus di wilayah tersebut memungkinkan masyarakat setempat telah memperoleh paparan informasi terkait leptospirosis dari petugas Puskesmas. PKM ini dapat menguatkan pengetahuan, sarana diskusi atas kendala di lapangan, serta wahana pemberdayaan masyarakat melalui praktik langsung penanganan luka yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi kerja petani, sehingga meskipun peningkatan skor kuantitatif tidak signifikan, kegiatan ini tetap berpotensi mendukung penerapan upaya pencegahan leptospirosis di tingkat komunitas.
Keywords
References
Gasem, M. H., Hadi, U., Alisjahbana, B., Tjitra, E., Hapsari, M. M. D. E. A. H., Lestari, E. S., Aman, A. T., Lokida, D., Salim, G., Kosasih, H., Merati, K. T. P., Laras, K., Arif, M., Lukman, N., Sudarmono, P., Lisdawati, V., Lau, C. Y., Neal, A., & Karyana, M. (2020). Leptospirosis in Indonesia: Diagnostic challenges associated with atypical clinical manifestations and limited laboratory capacity. BMC Infectious Diseases, 20(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12879-020-4903-5
Kementrian Kesehatan Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2024). Buku Saku Kesehatan Tahun 2024 Triwulan 3 (Data 1 Januari 2024 s.d. 30 September 2024). In Semarang (Vol. 3511351, Issue 24).
Rachmawati, I., Adi, M. S., & Nurjazuli, N. (2023). Literature Review: Environmental Risk Factors of Leptospirosis in Indonesia. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(4), 505–512. https://doi.org/10.33860/jik.v16i4.1230
Ramadhani, T., & Yunianto, B. (2022). Reservoir dan Kasus Leptospirosis di Wilayah Kejadian Luar Biasa. Kesmas: National Public Health Journal, 7(4), 162. https://doi.org/10.21109/kesmas.v6i4.50
Widiasih, D. A., Lindahl, J. F., Artama, W. T., Sutomo, A. H., Kutanegara, P. M., Mulyani, G. T., Widodo, E., Djohan, T. S., & Unger, F. (2021). Leptospirosis in ruminants in yogyakarta, indonesia: A serological survey with mixed methods to identify risk factors. Tropical Medicine and Infectious Disease, 6(2).
Mwachui, M. A., Crump, L., Hartskeerl, R., Zinsstag, J., & Hattendorf, J. (2015). Environmental and Behavioural Determinants of Leptospirosis Transmission: A Systematic Review. PLoS Neglected Tropical Diseases, 9(9), 1–15.
Wulandari, M. S., Trisnawati, E. A., Husen, A., Taqiyah, H., & Hasina, S. N. (2024). Relationship Between Knowledge and Community Attitudes in Preventing Leptospirosis. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(6), 3475–3482. https://doi.org/10.37287/ijghr.v2i4.25
Matthews, J. A., Matthews, S., Faries, M. D., & Wolever, R. Q. (2024). Supporting Sustainable Health Behavior Change: The Whole is Greater Than the Sum of Its Parts. Mayo Clinic Proceedings: Innovations, Quality and Outcomes, 8(3), 263–275. https://doi.org/10.1016/j.mayocpiqo.2023.10.002
Gardner, B., Arden, M. A., Brown, D., Eves, F. F., Green, J., Hamilton, K., Hankonen, N., Inauen, J., Keller, J., Kwasnicka, D., Labudek, S., Marien, H., Masaryk, R., McCleary, N., Mullan, B. A., Neter, E., Orbell, S., Potthoff, S., & Lally, P. (2023). Developing habit-based health behaviour change interventions: twenty-one questions to guide future research. Psychology and Health, 38(4), 518–540.
DOI: https://doi.org/10.30591/japhb.v9i1.9778
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Tim Redaksi Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Politeknik Harapan Bersama Tegal
Jl. Mataram No.09 Pesurungan Lor Kota Tegal
Email :
[email protected]
Copyright: Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



