Implementasi Metode SCRUM dalam Perancangan Produk Backlog Sistem Cerita Desa
Abstract
Abstract The village is the smallest part of governance. Data from the Central Statistics Agency in 2018, villages have poverty greater than cities. The village has various weaknesses and strengths such as economics, psychology, engineering, skills, capital, successful application of hydroponic agriculture and others. On the other hand, collages have mandatory programs for the entire academic such as society dedication, research and internship programs for students. In the business sector, there are companies that are required to carry out CSR (Corporate social responsibility) to follow regulations in Indonesia. The problem of all actors is the inaccurate target of the distribution of aid in their soft skills and hard skills to bring their contribution to village development. Documentation and classification of problems and strengths in the village need to be mapped. Both of these relationships will be mutually beneficial subjects and objects in a development cycle. This study will examine the importance of the backlog product of the system model that will be developed using the SCRUM method. The results of the level of importance and priority of the backlog product will be used in system development and have an influence in determining the next stage of the Scrum method namely sprint planning meeting, sprint execution and scrum analysis. The results of the college backlog priority analysis are facilities 1,3,4,5,8,2 and 6. On the other hand, the priority order of backlog products for villages / communities is facility 1, 4,2,3,6,7,9, and 8 while Facility 5 is a very undesirable only 36%. The conclusions of the synchronization of two stakeholders based on their respective needs are facility 1, which is about the community's need for assistance from tertiary institutions and the needs of objects by tertiary institutions.
Abstrak - Desa merupakan bagian terkecil dalam tata kelola pemerintahan. Data Badan Pusat Statistik tahun 2018, desa memiliki tingkat kemiskinan lebih besar dari kota. Desa memiliki berbagai kekurangan dan kelebihan seperti masalah, perekonomian, psikologi, bidang teknik, skill, permodalan, keberhasilan penerapan pertanian hidroponik dan yang lainnya. Disisi lain, perguruan tinggi memiliki banyak program wajib untuk seluruh civitas akademika dosen seperti pengabdian, penelitian dan program magang atau kuliah kerja nyata (KKN) bagi mahasiswa. Pada bidang bisnis, ada perusahan yang wajib melakukan CSR (Corporate social responsibility) sesuai aturan yang diberlakukan di Indonesia. Permasalahan ketiga aktor tersebut adalah kurang tepatnya sasaran penyaluran bantuan dalam softskill maupun hardskill yang mereka miliki untuk membawa kontribusinya bagi pembangunan desa. Dokumentasi dan klasifikasi permasalahan serta kelebihan yang ada di desa perlu dipetakan. Kedua hubungan ini akan menjadi subjek dan objek yang saling menguntungkan dalam sebuah siklus pembangunan. Penelitian ini akan menguji tingkat kepentingan produk backlog dari model sistem yang akan dikembangkan menggunakan metode SCRUM. Hasil dari tingkat kepentingan dan prioritas produk backlog akan dipakai dalam pengembangan sistem dan memiliki pengaruh dalam menentukan tahap metode scrum berikutnya yaitu sprint planning meeting, eksekusi sprint dan analisis scrum. Hasil analisis prioritas backlog perguruan tinggi adalah fasilitas 1,3,4,5,8,2 dan 6. Disisi lain, urutan prioritas produk backlog untuk desa/masyarakat adalah fasilitas 1, 4,2,3,6,7,9, dan 8 sedangkan Fasilitas 5 menjadi fasilitas yang sangat tidak diinginkan karena hanya 36 %. Adapun simpulan singkronisasi dua stakeholder berdasarkan kebutuhan masing-masing adalah adalah fasilitas 1 yaitu tentang kebutuhan masyarakat akan bantuan dari perguruan tinggi dan kebutuhan objek oleh perguruan tinggi.
Kata Kunci - Teknologi, Desa, Permasalahan, Solusi, Singkronisasi
Keywords
References
Peraturan Pemerintah No 60, Dana Desa. 2014.
Badan Pusat Statistik, “Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2018,” 2018.
L. Farokhah and Y. A. Sapoetra, “PERANCANGAN APLIKASI ‘ VILLAGE ENTREPRENEURSHIP ’ UNTUK MENINGKATKAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA ( BUM DES ) s,” pp. 1073–1082, 2018.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2017.
I. H. M. Noor, “Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi,” J. Pendidik. dan Kebud., vol. 16, no. 3, 2010.
A. Winara, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility- CSR). Jakarta: Tim Teknis Pembangunan Sanitasi, 2010.
K. & J. S. Schwaber, “Panduan Scrum,” 2017.
L. Farokhah, Y. A. Sapoetra, and J. S. H.- Rembuksari, “Sistem Pengawasan Keuangan Badan Usaha Milik Desa ( BUM Des ) berbasis Android,” vol. 6, no. 4, pp. 210–216, 2018.
A. S. Perbangsa, M. Hariawan, and B. Pardamean, “Legislation Information System,” Proc. 2018 Int. Conf. Inf. Manag. Technol. ICIMTech 2018, no. September, pp. 477–482, 2018.
M. Hamka and U. M. Purwokerto, “Implementasi Framework SCRUM dalam Pengembangan Sistem Informasi Jabatan Fungsional Akademik,” Semin. Nas. Has. Penelit. dan Pengabdi. Pada Masy. III Tahun 2017 Pengemb. Sumberd. menuju Masy. Madani Berkearifan Lokal, no. December 2017, pp. 1–7, 2018.
D. Membangun, I. D. M. Di, and D. Gondowangi, “Identifikasi masalah dan potensi desa berbasis indek desa membangun (idm) di desa gondowangi kecamatan wagir kabupaten malang,” vol. 7, no. Idm, pp. 1–14, 2017.
K. D. Patoameme, K. Boalemo, P. Village, and B. Regency, “Sumber daya dan permasalahan sosial di daerah tertinggal: kasus desa patoameme, kabupaten boalemo,” vol. 4, no. 1, pp. 260–273.
R. Hundhausen, Professional Scrum Development with Microsoft® Visual Studio® 2012, 1st Ed. Washington: Microsoft Press, 2012.
DOI: https://doi.org/10.30591/jpit.v5i1.1658
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
JPIT INDEXED BY
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | |

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









