Perbandingan Inisialisasi Bobot Random dan Nguyen-Widrow Pada Backpropagation Dalam Klasifikasi Penyakit Diabetes

Widya Guswanti, iis afrianty, elvia budianita, fadhilah syafria

Abstract


Diabetes is a metabolic disorder that occurs when the pancreas is unable to produce adequate amounts of insulin or the body has difficulty in utilizing it optimally. This condition has the potential to cause various health complications. Therefore, early diagnosis of diabetes is very important to reduce the mortality rate due to these complications. Backpropagation Neural Network (BPNN) is an approach in Artificial Neural Network (ANN) that is commonly applied for disease classification, including diabetes. However, the BPNN method has drawbacks, namely its slow convergence rate and the possibility of getting stuck at a local minimum due to random weight initialization. To overcome these problems, this study applies the Nguyen-Widrow weight initialization method to improve the performance of BPNN in diabetes classification. The data source in this study comes from Kaggle, consisting of 768 data with 8 parameters. Model testing was conducted using k-fold cross-validation with K=10, and exploring various numbers of neurons in the hidden layer and learning rate (lr). The results showed that weight initialization using the Nguyen-Widrow method improved the accuracy of BPNN compared to random weight initialization. The best model was obtained with lr 0.001 and 15 neurons in the hidden layer, resulting in an accuracy of 91.23%, higher than the random weight initialization which only reached 89.91%. Thus, the Nguyen-Widrow method is proven effective in improving the performance of BPNN for diabetes classification.


Diabetes merupakan gangguan metabolik yang terjadi ketika pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang memadai atau tubuh mengalami kesulitan dalam memanfaatkannya secara optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan beragam komplikasi kesehatan. Oleh karena itu, diagnosis dini penyakit diabetes sangat penting untuk menekan angka kematian akibat komplikasi tersebut. Backpropagation Neural Network (BPNN) adalah pendekatan dalam Jaringan Syaraf Tiruan (JST) yang umum diterapkan untuk klasifikasi penyakit, termasuk diabetes. Namun, metode BPNN memiliki kekurangan, yaitu laju konvergensinya yang lambat dan kemungkinan terjebak pada minimum lokal akibat inisialisasi bobot yang dilakukan secara random. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan metode inisialisasi bobot Nguyen-Widrow guna meningkatkan performa BPNN dalam klasifikasi diabetes. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari Kaggle, terdiri dari 768 data dengan 8 parameter. Pengujian model dilakukan menggunakan k-fold cross-validation dengan K=10, serta mengeksplorasi berbagai jumlah neuron dalam hidden layer dan learning rate (lr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisialisasi bobot menggunakan metode Nguyen-Widrow meningkatkan akurasi BPNN dibandingkan dengan inisialisasi bobot random. Model terbaik diperoleh dengan lr 0,001 dan 15 neuron pada hidden layer, menghasilkan akurasi sebesar 91,23%, lebih tinggi dibandingkan inisialisasi bobot random yang hanya mencapai 89,91%. Dengan demikian, metode Nguyen-Widrow terbukti efektif dalam meningkatkan performa BPNN untuk klasifikasi diabetes.


Keywords


Backpropagation Neural Network, Diabetes, Nguyen-Widrow, Jaringan Syaraf Tiruan.

Full Text:

References


J. Saintikom et al., “Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Dalam Klasifikasi Citra Medis,” vol. 24, pp. 64–72, 2025.

H. Mustafidah and S. N. Rohman, “Mean Square Error pada Metode Random dan Nguyen Widrow dalam Jaringan Syaraf Tiruan Mean Square Error on Random and Nguyen Widrow Method on Artificial Neural Networks,” Sainteks, vol. 20, no. 2, pp. 133–142, 2023, doi: 10.30595/sainteks.v20i2.19516.

I. M. D. U. Putra, G. K. Gandhiadi, And L. P. I. Harini, “Implementasi Backpropagation Neural Network Dalam Prakiraan Cuaca Di Daerah Bali Selatan,” E-Jurnal Mat., vol. 5, no. 4, p. 126, 2020, doi: 10.24843/mtk.2016.v05.i04.p131.

R. Maiyuriska, “Penerapan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Algoritma Backpropagation dalam Memprediksi Hasil Panen Gabah Padi,” J. Inform. Ekon. Bisnis, vol. 4, pp. 28–33, 2022, doi: 10.37034/infeb.v4i1.115.

M. F. Mubarokh, M. Nasir, and D. Komalasari, “Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Memprediksi Penjualan Pakaian Menggunakan Algoritma Backpropagation,” J. Comput. Inf. Syst. Ampera, vol. 1, no. 1, pp. 29–43, 2020, doi: 10.51519/journalcisa.v1i1.3.

T. H. Saragih and N. Huda, “Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Dengan Adaptive Moment Estimation Untuk Klasifikasi Penyakit Covid-19 Di Kalimantan Selatan,” Epsil. J. Mat. Murni Dan Terap., vol. 16, no. 2, p. 162, 2022, doi: 10.20527/epsilon.v16i2.6792.

F. Marwati and R. Fauzi, “Prediksi Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Dengan Metode Backpropagation,” Jitu J. Inform. Utama Hal, vol. 2, no. 1, pp. 26–34, 2024.

T. H. Sembodo, “Evaluasi Pelaksanaan Program Pengendalian Diabetes Melitus oleh Puskesmas di Indonesia : Literature Review Evaluation of Diabetes Mellitus Control Program in Indonesia Public Health Center : Literature Review,” Researchgate.Net, no. December, 2021, doi: 10.13140/RG.2.2.11431.88488.

S. Sutrisno and Jupron, “Analisa Klasifikasi Penyakit Diabetes Dengan Algoritma Neural Network,” bit-Tech, vol. 6, no. 3, pp. 303–310, 2024, doi: 10.32877/bt.v6i3.1161.

Noradina, M. Herlina, E. S. Mastari, and C. M. Tampubolon, “Edukasi Kesehatan Tentang Faktor Risiko Dan Pencegahan Diabetes Di Kelurahan Labuhan Deli, Medan Marelan Tahun 2022,” J. Pengabdi. Ilmu Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 22–27, 2022.

N. M. S. H. Putri and D. Hisni, “Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Edukasi Kepatuhan Diet DM dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Ny. I dan Tn. U dengan Diagnosa Medis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sehat Wilayah Jakarta Timur,” J. Kreat. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 7, no. 4, pp. 1573–1588, 2024, doi: 10.33024/jkpm.v7i4.13699.

A. Ridwan, “Penerapan Algoritma Naïve Bayes Untuk Klasifikasi Penyakit Diabetes Mellitus,” J. SISKOM-KB (Sistem Komput. dan Kecerdasan Buatan), vol. 4, no. 1, pp. 15–21, 2020, doi: 10.47970/siskom-kb.v4i1.169.

A. W. Mucholladin, F. A. Bachtiar, and M. T. Furqon, “Klasifikasi Penyakit Diabetes menggunakan Metode Support Vector Machine,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 5, no. 2, pp. 622–633, 2021, [Online]. Available: http://j-ptiik.ub.ac.id

N. Arminarahmah and G. Mahalisa, “Implementasi Model Machine Learning pada Klasifikasi Status Penyakit Diabetes Berbasis Streamlit,” Smart Comp Jurnalnya Orang Pint. Komput., vol. 13, no. 3, pp. 470–475, 2024, doi: 10.30591/smartcomp.v13i3.5866.

Z. Mutaqin, C. Rozikin, and Y. A. Tomo, “Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JSTI) Klasifikasi Penyakit Diabetes Menggunakan Algoritma Logistic Regression,” vol. 06, no. 3, pp. 320–329, 2024, [Online]. Available: https://journalpedia.com/1/index.php/jsti

H. F. Mahfuzh, D. Widiyanto, and N. Chamidah, “Pengaruh Algoritma Inisialisasi Ngiyen-Widrow Terhadap Algoritma Backpropagation Dalam Prediksi Indeks Harga Konsumen (IHK),” J. Semin. Nas. Mhs. Bid. Ilmu Komput. dan Apl., pp. 707–720, 2020.

M. Azhima, I. Afrianty, E. Budianita, and S. Kurnia Gusti, “KLIK: Kajian Ilmiah Informatika dan Komputer Penerapan Metode Backpropagation Neural Network untuk Klasifikasi Penyakit Stroke,” Media Online), vol. 4, no. 6, pp. 3013–3021, 2024, doi: 10.30865/klik.v4i6.1956.

N. Rahayu and H. Mustafidah, “Perbandingan Ketepatan Pola Data pada Jaringan Backpropagation Berdasarkan Metode Pembobotan Random dan Nguyen Widrow,” Sainteks, vol. 19, no. 1, p. 27, 2022, doi: 10.30595/sainteks.v19i1.12931.

D. Aprilia, ; Jajam, H. Jaman, ; Riza, and I. Adam, “Application Of Backpropagation Neural Network Algorithm For Ciherang Rice Image Identification,” Pilar Nusa Mandiri, vol. 16, no. 02, p. 141, 2020, doi: 10.33480/pilar.v16i1.1500.

M. H. Dar, “Penerapan Metode Backpropagation Neural Network Untuk Memprediksi Produksi Air,” Maj. Ilm. INTI, vol. 12, no. 2, pp. 203–208, 2020.

F. A. Hizham, Y. Nurdiansyah, and D. M. Firmansyah, “Implementasi Metode Backpropagation Neural Network (BNN) dalam Sistem Klasifikasi Ketepatan Waktu Kelulusan Mahasiswa (Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi Universitas Jember),” Berk. Sainstek, vol. 6, no. 2, p. 97, 2018, doi: 10.19184/bst.v6i2.9254.

A. Herdiansah, R. I. Borman, D. Nurnaningsih, A. A. J. Sinlae, and R. R. Al Hakim, “Klasifikasi Citra Daun Herbal Dengan Menggunakan Backpropagation Neural Networks Berdasarkan Ekstraksi Ciri Bentuk,” JURIKOM (Jurnal Ris. Komputer), vol. 9, no. 2, p. 388, 2022, doi: 10.30865/jurikom.v9i2.4066.

T. Pipit Muliyah, Dyah Aminatun, Sukma Septian Nasution, Tommy Hastomo, Setiana Sri Wahyuni Sitepu, “Klasifikasi Kerusakan Mesin Sepeda Motor Menggunakan Metode Neural Network Backpropagation,” J. Geej, vol. 7, no. 2, 2020.

lian, “Klasifikasi Status Gizi Lansia Menggunakan Metode Backpropagation Neural Netwrok,” vol. 5, pp. 1–14, 2023, [Online]. Available: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/

M. Dasuki, “Optimasi Nilai Bobot Algoritma Backpropagation Neural Network Dengan Algoritma Genetika,” JUSTINDO (Jurnal Sist. dan Teknol. Inf. Indones., vol. 6, no. 1, pp. 38–44, 2021, doi: 10.32528/justindo.v6i1.5280.

R. Damanik, M. Zarlis, and Z. Situmorang, “Analysis of The Use of Nguyen Widrow Algorithm in Backpropagation in Kidney Disease,” Sinkron, vol. 8, no. 2, pp. 1001–1013, 2024, doi: 10.33395/sinkron.v8i2.13608.

V. Lestari, H. Mawengkang, and Z. Situmorang, “Artificial Neural Network Backpropagation Method to Predict Tuberculosis Cases,” Sinkron, vol. 8, no. 1, pp. 35–47, 2023, doi: 10.33395/sinkron.v8i1.11998.

B. S. Laili, D. T. Utomo, and D. Wijanarko, “Implementasi Metode Backpropagation Neural Network Dalam Memprediksi Hasil Produksi Kedelai,” J. Teknol. Inf. dan Terap., vol. 10, no. 1, pp. 1–6, 2023, doi: 10.25047/jtit.v10i1.145.

M. Azhima, I. Afrianty, E. Budianita, and S. Kurnia Gusti, “KLIK: Kajian Ilmiah Informatika dan Komputer Penerapan Metode Backpropagation Neural Network untuk Klasifikasi Penyakit Stroke,” Media Online), vol. 4, no. 6, pp. 3013–3021, 2024.

A. E. Goldenia, D. Widiayanto, and M. M. Santoni, “Perbandingan Particle Swarm Optimization dan Nguyen Widrow pada Implementasi Backpropagation untuk Prediksi Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (Studi Kasus: DKI Jakarta),” Angew. Chemie Int. Ed. 6(11), 951–952., pp. 5–48, 2022.




DOI: https://doi.org/10.30591/jpit.v10i2.8618

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JPIT INDEXED BY

  
  

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.